Batam, Kepri, Samjonews.com Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto mengaku belum mengetahui secara resmi mengenai defisit APBD 2018 yang mencapai Rp 268 miliar. Ia juga mempertanyakan defisit anggaran ini mengingat pengesahan APBD 2018, anggaran yang disahkan berimbang.

“Kita belum dapat informasi masalahnya apa dan penyebabnya apa,” kata Nuryanto, Selasa (7/8/18).

Diakuinya, memang sebelumnya sudah ada pembahasan di komisi II, namun baru secara lisan. Untuk itulah guna mengetahui sejauh mana kondisi keuangan daerah dan kebenaran terkait defisit ratusan miliar ini, ia berencana akan bertemu dengan Wali Kota Batam.

Ketua DPRD Batam Belum Tahu Secara Resmi dan Pertanyakan Mengenai Defisit Anggaran 2018
Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto

“Hari ini, Rabu (8/8) jadwalkan bertemu wali kota. Yang jelas laporan resmi belum tapi isu berkembang. Jadi DPRD agak kelimpungan menjawabnya,” tuturnya.

Defisit ini, lanjut Nuryanto bisa terjadi karena tidak tercapainya pendapatan asli daerah (PAD). Bila melihat realisasi pencapaian sektor PAD, memang masih ada beberapa sektor yang masih di bawah target. Hal ini tidak lepas dari sistem yang belum memadai.

“Pajak online saja misalnya. Dari 1.000 wajib pajak baru 60 titik yang terpasang. Mestinya minimal sudah harus 300 titik. Makanya kita pesimis capai target,” sesalnya.

Belum lagi terkait pajak BPHTB. DPRD Batam sendiri, kata Nuryanto sudah beberapa kali berkordinasi dengan BP Batam menyangkut IPH. Karena menurut pemko, pencapaian pajak BPHTB masih terkendala IPH di BP Batam. Sementara dari BP Batam mengatakan IPH lancar.

“Ini juga faktor lainnya. Makanya sebelum ada informasi resmi, kita belum bisa berkomentar mengenai defisit anggaran ini,” jelas Nuryanto.

Belum lagi terkait pajak BPHTB. DPRD Batam sendiri, kata Nuryanto sudah beberapa kali berkordinasi dengan BP Batam menyangkut IPH. Karena menurut pemko, pencapaian pajak BPHTB masih terkendala IPH di BP Batam. Sementara dari BP Batam mengatakan IPH lancar.

“Ini juga faktor lainnya. Makanya sebelum ada informasi resmi, kita belum bisa berkomentar mengenai defisit anggaran ini,” jelas Nuryanto. (Red)
 
Top