Batam, Kepri, Samjonews.com DPRD Kota Batam meminta tim terpadu untuk menunda penggusuran di Kampung Sukadamai, Tanjungpiayu sebelum ada kesepakatan antara pemerintah dan warga. Di mana diharapkan pemerintah baik BP Batam dan Pemko Batam memberikan perhatian dengan mencari solusi yang terbaik bagi warga paska penggusuran nantinya.

“Jangan asal gusurlah. Mereka manusia, harus dihargai. Jangan asal main gusur tanpa ada solusi kepada mereka. BP Batam dan Pemko harus bertanggungjawab juga ke mereka,” kata komisi I DPRD Kota Batam Tumbur M sihaloh, Jumat (27/7).

DPRD Batam Minta Pemko Tunda Penggusuran Kampung Sukadamai
Penggusuran di Kampung Sukadamai, Tanjungpiayu, Pemko Batam sebelum ada kesepakatan antara pemerintah dan warga. 

Ia mengatakan, sebelum upaya penggusuran Rabu (25/7) lalu sudah ada pertemuan dengan warga dan pemerintah. Dan disepakati, bahwa penggusuran akan ditunda.

“Kita harus menghormati ini, karena ini adalah keputusan bersama. Jangan asal main gusur,” katanya.

Menurutnya, warga yang ada di Kampung Sukadamai pun, bukan warga yang baru pindah dan membangun rumah liar baru. Tetapi warga yang sudah puluhan tahun tinggal di sana.

“Kalau saya tak salah, mereka itu dipindahkan BP Batam dari Duriangkang ke sana. Bahkan sudah ada yang lebih 20 tahun di sana. Masa mereka tak dihargai sedikit pun,” katanya.

Menurut Tumbur, peran pemerintah sangat besar di sini untuk melindungi warganya. “Kalau menurut saya pribadi, kalau memang untuk pembangunan drainase, kenapa tidak. Tetapi tolong mereka dihargai, dimanusiakan. Dan dihargai keputusan yang mengatakan penggusuran ditunda dulu,” katanya.

Hal yang sama diungkapkan Jurado Siburian, anggota komisi I lainnya. Ia meminta penggusuran dilakukan harus dengan cara yang manusiawi. Dengan cara memberikan perhatian kepada warga. Jangan digusur tetapi tak ada solusi.

“Harus dicari solusi. Setelah digusur, kemana mereka?. Apakah ada tempat untuk mereka,” katanya.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari mengaku hanya menjalankan perintah. Sementara untuk tempat tinggal, menurut Imam, rusun adalah jawabannya.

“Untuk solusinya kan Pemko menyediakan Rusun,” kata Imam kepada warga saat penggusuran Rabu lalu. (***)
 
Top