EDISI
Kamis 03/05/2018
BINTAN.SAMJONEWS.com) – Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mengagumi hasil kreasi peserta Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Kabupaten Bintan Tahun 2018 yang digelar di Gedung Demang Lebar Daun, Kota Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Rabu (2/5) pagi.
Dalam pagelaran Lomba TTG tersebut, sebanyak 27 kreativitas memperebutkan uang serta piagam penghargaan dimana Juara I mendapatkan Rp 7 juta rupiah, Juara II Rp 5 juta rupiah, juara III Rp 3 juta rupiah, harapan I Rp 2 juta rupiah, harapan II Rp 1,5 juta rupiah, dan rangking 6 sampai dengan 12 juga akan menerima uang sagu hati.
Apri pun meminta agar peserta lomba dapat terus memberikan inovasi dan kreativitasnya guna membangun daerah.
”Hasil karya yang ditampilkan menunjukkan bahwa kita memiliki SDM yang berkualitas. Dan kita harapkan Lomba TTG Tahun 2018 ini mampu menghasilkan sesuatu yang bisa berguna bagi pembangunan dan kemajuan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bintan Ronny Kartika menuturkan bahwa Lomba TTG Tingkat Kabupaten Bintan akan diselenggarakan selama 2 hari dan para pemenang lomba akan mewakili Kabupaten Bintan untuk mengikuti Lomba TTG Tingkat Provinsi Kepri.
”Selain itu, bagi pemenang lomba TTG 3 besar, Dinas PMD Kabupaten Bintan akan memfasilitasi pembuatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau Hak Paten terhadap temuan alat teknologi tepat guna tersebut,” ujarnya
Salah satu peserta Raden Syahputra asal Kota Tanjung Uban, Kec Bintan Utara menuturkan terkait temuannya terhadap energi alternatif pengganti minyak dan gas yang dinamai Amega Dirinya menuturkan bahwa bahan limbah B3 seperti limbah batubara dipadukan dengan limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi inovasi yang bernilai tinggi.
”Amega ini merupakan energi alternatif pengganti minyak dan gas yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga seperti memasak. Inovasi ini juga berasal dari Limbah B3 Batubara dan limbah rumah tangga yang tidak terpakai. Bahkan inovasi ini sudah kami bawa dan uji laboratorium di Balai Tekhnik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kelas I Batam. Dan hasilnya, positif inovasi ini baik bagi lingkungan,” tutupnya. (hms)







 
Top