Edisi
02 April 2018

BATAM.SAMJONEWS.com  Aktifitas yang di lakukan PT. Kaliban Bangun Prakasa (KBP) mengakibatkan Puluhan Rumah Warga Kabil Terendam Banjir setiap hujan tiba. Hal ini terjadi Akibat Adanya Aktivitas Penimbunan Danau (cut and fill) Yang Di Lakukan Oleh PT. KBP dilokasi Kavling Baru Punggur- Batam.

Permasalahan itu Di Sampaikan Warga Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Komisi I, DPRD Kota  Batam, RDP tersebut  dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto di dampingi Anggota Komisi I DPRD Kota Batam Harmidi.
Warga Kabil juga meminta agar aktivitas PT. KBP dihentikan sementara sebelum memenuhi tuntutan warga, Selain itu, penimbunan danau yang dilakukan oleh PT.KBP tersebut sangat berdampak negatif terhadap rumah warga, dan juga warga meminta pertanggungjawaban PT. KBP terkait penderitaan yang ditimbulkan oleh perusahaan selama cut and fill berjalan.
Dalam hal ini Anggota Komisi I DPRD Kota Batam Harmidi Umar Husen meminta aktivitas PT. KBP itu dihentikan dulu untuk sementara.
“Ini terkait banjir, masalahnya itu akses jalan utama dengan ROW 100 meter, dan jalan warga harus dibuka menuju kavling baru. dan itu sudah ada dasar dari BP Batam, sebelum perencanaan cut and fill dilaksanakan PT. Kaliban akan memperhatikan warga serta membuat lingkungan menjadi indah aman dan nyaman. Nah kenapa kok berbalik begitu saja,” papar Harmid.
Menurut Harmidi, PT. Kaliban dalam pekerjaannya berbohong kepada masyarakat setempat, dengan bukti setelah pekerjaan penimbunan justru banjir terus saat hujan dan debu saat kemarau.
“Banjir terjadi saat hujan, menurut saya, ini kan sebelum perusahaan itu beroperasi warga nyaman, aman dan tidak ada banjir. Berarti perizinan mengakibatkan dampak lingkungan dan secara khususnya itu kurang teliti,” ujarnya.(02/04/2018)
Harmidi juga menambahkan,  “Terkait masalah izin cut and fill yang dikantongi oleh PT Kaliban sudah mati, kan sudah diakui izinnya itu mati. Pada intinya, aktivitas itu dihentikan dulu sebelum permintaan warga terpenuhi dan masalah izinnya itu harus dikaji ulang,” katanya.
Dalam pelaksanaan kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut terlihat yang hadir antara lain : Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, pejabat BP Batam, Lurah Kabil, LSM, LPM, perangkat RW 16, RW 17, RW 21 dan tokoh masyarakat Kelurahan Kabil.(TIM)
 
Top