Edisi 
Kamis 19/04/2018

BATAM.SAMJONEWS.com - Warga Jodoh Sequer geram melihat sikap Sappol PP saat melakukan penggusuran tempat berjualan warga Jodoh Sequer, warga menilai penggusuran yang dilakukan Sappol PP tebang pilih, pasalnya “ separoh warung tempat berjualan warga yang berada di RW 06 tidak di sentuh, yang sebagian warung arah Hotel Nite & Day  dibongkar secara beringas,

Keberadaan halaman parkir Hotel Nite & Day yang menutup saluran Drainsae tidak di bongkar tim terpadu, dan papan baliho Hotel Nite & Day yang tepat diatas Drainase juga tidak di bongkar, warga tambah geram, warga menilai penggusuran warung tempat berjualan  warga bukan penertiban perda kota Batam, melainkan penggusuran atas permintaan pengusaha

Penggusuran warung tempat berjualan warga Jodoh Sequer  Rabu pagi (04/18/2018 )    langsung di pinpin Imam Kabid Penindakan Satpol PP dengan anggotanya, di dampingi Tukizan Camat Batu Ampar dan staf, AKP Ricky Kapolsek Batu Ampar dengan beberapa anggota, TNI juga ikut serta pengamanan dan, Ditpam dari BP Batam.

Dilokasi penggusuran,, salah satu pemilik warung bu Nasijah bersama suaminya Bapak Wahedi yang warungya di gusur menuturkan kepada awak media ini, setelah adu mulut dengan Swarno (sikumis)  ketua RW 01/06  Kelurahan Sei Jodoh.

“Warung kami di gusur akibat ulah dari Ketua RW 06 berinisial S, sebelumnya S beberapa kali mendatangi kami yang jualan disini meminta uang satu juta perwarung, supaya warung kami tidak di gusur, tetapi kami tidak mau memberikan dan kami tidak tau uang itu diserahkan pada siap,  itulah sebabnya kami di gusur.

Bu Nasijah menambahkan, kalau penggusuran ini murni penertiban perda Kota Batam, mengapa sebagian yang digusur, dan mengapa parkir Hotel Nite & Day yang menutup saluran Drainsae tidak di bongkar tim terpadu, dan papan baliho Hotel Nite & Day yang tepat diatas Drainase juga tidak di bongkar. Ungkap bu Nasijah , peryataan Bu Nasijah juga di benarkan oleh warga lain berinisial ST”.


Saat awak media ini konfirmasi kebenaran bahwa RW meminta uang 1 Juta rupiah perwarung dengan S Ketua RW 06 Kelurahan Sei Jodoh,  Ketua RW 06 menjab dengan singkat itu tidak ada, lalu RW langsung pergi meninggalkan awak media ini seperti dalam ketakutan untuk pertanyaan berikutnya.

Saat awak media ini konfirmasi Imam Kabid penindakan Satpol PP yang memimpin penggusuran, mengapa penggusuran bangunan liar lebih di utamakan di pedalaman pemukiman warga, sementara ratusan warung pedagang kaki lima yang terletak di row jalan utama depan Bank BCA Sei Jodoh tidak di tertibkan,
“Nanti ada saat nya, yang jelas satu satu dulu kita kerjakan, tutup Imam seperti lagi elergi di konfirmasi. (Red)

Reporter          ; samjonews.com
Editor               ; Sdr




 
Top