Edisi
10/03/2018
BATAM.SAMJONEWS.com – Eksekusi paksa rumah Ahadi Hutasoit yang dilakukan oleh pemenang lelang BPR Pundi Masyarakat terhadap agunan rumah milik Alhadi Hutasoit berujung Rapat Dengar Pendapat ( RDP) di Komisi l DPRD Kota Batam,hasil RDP DI Komisi l menghasilkan sejumlah pandangan yang digelar Selasa (6/3/2018).

Hasil RDP antara nasabah Ahadi Hutasoit dengan BPR Pundi amal sebagai berikut ;

1 Keberanian pihak  BPR memberikan pinjaman Rp 67. 000.000 kepada nasabah, sementara nasabahnya Tilde Manurung dan suaminya Ahadi Hutasoit sama sekali tidak memiliki usaha dan pekerjaan tetap.

2. Nasabah juga tidak memiliki NPWP
3. Jumlah angsuran yang harus dibayarkan setiap bulanya yang dinilai terlalu besar.
4. Peserta lelang hanya 1 orang, mengeluarkan surat penyitaan anggunan untuk dilelang dihari libur kerja

5. Rekening nasabah sebelum meminjam dibawah kisaran Rp 5.000.000
6. Hasil lelang rumah (anggunan) milik nasabah di hargai Rp 267.000.000 sementara harga –harga njop (nilai jual objek pajak  ) tanah dikisaran Rp 500.000.000

7. Informasi pelelangan hanya di umumkan di satu media cetak diduga hanya sebagai persyaratan
8. Pihak pemenang lelang pada saat itu tidak hadir
9. Pihak pemenang lelang disebut menggunakan jasa pengadilan untuk mengeksekusi milik nasabah karena nasabah menolok meninggalkan rumahnya.
10. selain itu harga njop tanah yang dikeluarkan oleh dinas pendapatan kepada pihak penelenggara lelang jauh dibawah ketentuan.

Alhadi Hutasoit saat dihubungi Sabtu (10/3/2018) mengatakan upaya eksekusi paksa yang dilakukan oleh pemenang lelang yang diselenggarakan BPR Pundi masyarakat dinilai sangat terburu buru.

“bukannya kita tidak mau membayar cicilan, tapi karena tidak ada penghasilan yang terpaksa mandek, itu sama sekali  diluar dugaan saya. Ucapnya.

Lanjut Ahadi, sistim lelang yang mereka terapkan kata Ahadi  di luar kewajaran`
Sebagai mana hasil lelang rumah (anggunan) milik Ahadi di hargai Rp 267.000.000, sementara harga-harga njop (nilai jual objek pajak) tanah dikisaran Rp 500.000.000 loh kenapa dilakukan lelang dibawah njop

“Dalam hal ini, tambah Ahadi, kami merasa di manipulasi dengan nilai lelang sebesar Rp 267.000.000”. tutupnya  (pino)    

 
Top