Edisi
Senin 05/03/2018
BATAM.SAMJONEWS.com – Penarikan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) kembali di berlakukan untuk siswa SMA Negeri sederajat di Kota Batam, penarikan SPP yang di lakukan pihak sekolah/komite  dengan modus sukarela berpariasi, pihak sekolah/komite memberikan pilihan sukarela dari Rp 200.000 – 300,000.

Salah seorang orang tua murid yang bernama bu Siti di wilayah batu Aji mengatakan kepada awak media ini,

“Sekarang sekolah SMA sederajat kembali ada pemungutan SPP, dan uang SPP tersebut bahasanya sukarela dan berpariasi, mulai dari RP 200.000 – 300.000, kita tinggal memilih kemampuan kita, bukankah pemerintah sudah menghapuskan kutipan SPP,  Ungkap Siti

Demikian juga pengakuan dari Bapak Joko salah satu orang tua siswa di daerah Tiban, apa pengertian dari bahasa sukarela, sekolah SMA Negeri sekarang kembali melakukan pengutipan SPP dengan modus sukarela, akan tetapi harga dibandrol mulai dari RP 100.000, 150.000 hingga Rp 200.000, dan dikemanakan dana tersebut. Ungkap Joko

Demikian juga dengan Bapak Budi orang tua murid di daerah Tanjung Piayu, mengapa sekolah SMA Negeri di Batam ini kembali melakukan pengutiban SPP dengan alasan itu sudah ada Pergubnya, akan tetapi saat kita menayakan Pergubnya Nomor berapa dan Tahun berapa, pihak sekolah tidak bersedia menunjukkan Pergub yang di sebutkan, apakah Pergub tersebut benar ada, dan saya sudah mencari Pergub Kepri tentang Sumbangan Pendanaan Pendidikan di internet, tetapi tidak ketemu. Ungkap Budi

Sesuai dengan konfirmasi awak media ini di SMA Negeri 16 Tanjung Piayu, Kamis (01/03/2018) adanya pemungutan SPP untuk SMA Negeri di Batam memang benar  dan itu ada pergubnya, ,

“Kepsek lagi tidak ada di tempat, saya Hamzah sebagai humas SMA-N 16, memang SPP untuk SMA itu ada dan itu sesuai dengan Pergub Kepri dengan Nomor ; 842/1177/SET/TENTANG SUMBANGAN PENDANAAN PENDIDIKAN SMA KOTA BATAM, tapi tolong jangan di konfrontir pak, karena pergub ini hanya di Dinas dan di Kepsek saja, bukan untuk keluar. Ungkap Hamzah


Saat awak media ini konfirmasi terkait berapa jumlah penggunaan dana BOS Tahun 2016 dan Tahun 2017,

“Jumlah murid di sekolah ini sekitar 700 siswa, dan penerima dana BOS tidak sesuai dengan jumlah Murid, intruksi dari Permen anak yang bisa dibayar 36 siswa /kelas, kalau sampai 50 siswa / kelas yang dibayar hanya 36 siswa/kelas,  dikali Rp 1.400.000/siswa, tetapi kalau dikali dengan jumlah siswa tidak segitu masuknya, saya tidak tau apa alasanya dan kita tidak bisa protes, memang kalau jumlah murid 50 siswa / kelas itu sudah melanggar peraturan, tetapi yang lebih berwenang menjawab itu langsung saja ke Kepsek. Ungkap Hamzah

Dengan adanya penarikan SPP yang dilakukan pihak sekolah/komite di tingkat SMA Negeri sederajat  Kota Batam, dengan alasan kutipan SPP diberlakukan sesuai dengan Peraturan Gubernur (pergub) Kepri, dengan Nomor ; 842/1177/SET/TENTANG SUMBANGAN PENDANAAN PENDIDIKAN SMA KOTA BATAM, peraturan Pergub tersebut jelas bertolak belakang dengan PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2016 PASAL 10 AYAT 2. Sudah seharusnya pemerintah Pusat menyikapi dengan serius adanya uang sekolah di SMA sederajad yang ada di Kota Batam. (Red)

Reporter              ; Samjonews.com
Editor                    ; Sdr





 
Top