Bintan, Kepri, Samjonews.com Gubernur H Nurdin Basirun mengharapkan anak-anak Pulau Dendun, Kabupaten Bintan disibukkan dengan aktivitas belajar agama dan olahraga. Aktivitas positif harus terus digalakkan sejak dini untuk membentuk generasi tangguh, cerdas dan berkarakter baik.

“Insya Allah saya akan mencarikan ustadz untuk mengajar anak anak pulau shalat dan mengaji. Agar kelak mereka bisa menjadi Al Quran berjalan,” kata Nurdin dalam kunjungannya ke Pulau Dendun, akhir pekan lalu.

Nurdin Minta Bersihkan Laut, Masyarakat Berharap Lapangan dan TPQ
Gubernur H Nurdin Basirun, kunjungannya ke Pulau Dendun Bintan bersama rombongan.

Nurdin menuju Desa Dendun usai melakukan serangkaian aktivitas di Karimun dan Batam. Bersama rombongan, Nurdin berada di Dendun setelah Ashar dan kembali ke Tanjungpinang usai menunaikan salat Isya.

Pada kunjungan itu, saat tiba di pelabuhan Dendun, Nurdin disambut antusian anak-anak pulau tersebut. Antusisme itu dibalas Nurdin dengan bersenda gurau bersama anak-anak. Di antara senda gurau itu, Nurdin beberapa kali mengajukan pertanyaan, seperti tentang doa doa dan surat surat pendek.

Saat berkumpul dengan masyarakat, Nurdin berpesan agar menjaga laut di sekitar Pukau Dendun tetap bersih. Karena kebersihan di laut akan membawa banyak faedah.

“Jagalah laut kita, karena laut yang bersih akan banyak ikannya,” tegas Nurdin.

Pada kesempatan itu, masyarakat mengajukan banyak permintaan kepada Nurdin yang dalam kunjungan tersebut ditemani Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah. Persoala air bersih menjadi yang utama mereka ajukan. Mereka berharap pasokan air tersebut lancar sehingga mendukung aktivitas sehari-hari.

Selain air bersih, masyarakat juga minta bantuan untuk lapangan sepak bola. Di antara yang mereka harap adalah lapangan semakin baik dengan perataan, penanaman rumput yang bagus serta pelebaran lapangan. Perlengkatan permainan seperti jaring gawang dan bola juga mereka harap ada bantauannya.

Masyarakat juga minta perbaikan untuk TPA/TPQ. Mereka memang berharap ada perbaikan bangunan dan guru untuk mengaji.

Diskusi renyah itu dilengkapi Nurdin dengan memborong nasi lemak dan lontong sayur yang dijual masyarakat. Usai membayar semua jualan, Nurdin langsung melayani masyarakat nasi lemak dan lontong borongan tersebut.

“Mari-mari, siape yang nak beli nasi bang Nurdin?” pelawe Nurdin kepada masyarakat yang lewat. (Red/Hms)
 
Top