Edisi
Sabtu 03/03/2018
BATAM.SAMJONEWS.com – Telah terjadinya keributan dua kubu ormas Ikatan Pemuda Karya (IPK) dengan Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) di Pujasera Lytech Pasir Putih Kecamatan Bengkong Selasa malam (27/02/2018)  mengakibatkan Ismar yang mengaku sebagai security pujasera anggota Perpat mengalami luka robek dikepala dan sakit lambung.

Pada saat Hendrik Aritonang Ketua DPD ll Kota Batam, menjelaskan dengan tegas bahwa, saat di konfirmasi  di kantor IPK Jodoh Blok L Senin 03/03/2018, bahwa tiga anggota IPK juga korban pemukulan,

“Setelah saya ketahui kejadian siang harinya, saya  mengumpulkan rekan-rekan saya yang bermasalah pada malam itu, setelah itu saya tanyakan satu persatu kronologisnya, teryata tiga orang anggota saya yang dipukul duluan, Regar tato juga ikut korban, sementara kaki Sudung Nadeak luka luka, yang mengakibatkan jalan pincang dikarenakan kena pukulan pake kursi, dan Liber Aritonang mengalami wajah sobek juga kena pukulan pake kursi, 

Kalau dari Perpat, satu orang korban luka di kepala dan katanya sakit di lambung akibat di injak perutnya sampai keluar kotoran, saya mau melihat manusianya, kalau perutnya di injak sampai keluar kotoran mati apa tidak. Jadi jangan dibuat opini yang tidak baik, marilah kalau kita sebagai pimpinan membuat opini yang ojektif, yang menyenangkan dan menyejukkan.


Oleh karena itu, saya mencoba  menghubungi rekan-rekan dari Perpat yang saya kenal, termasuk tokoh pendiri Perpat abang Safarudin muda, dan sudah saya sampaikan di hotel harmoni One Batam Centre Rabu (28/02/2018), yang kita bicarakan disitu supaya Batam aman dan kondusif, jangan masalah ini dibesar besarkan dan disitu sudah kita sepakati supaya permasalahan ini di proses secara hukum, yang namanya proses hukum itu ada jalurnya, jadi mari kita biarkan polisi bekerja.

Hendrik Aritonang menambahkan, Yang jelasnya atas keributan itu, pihak kepolisian itu sudah masuk kelokasi kejadian, kedua belah pihak sudah dipertanyakan, jadi kita juga sudah ke Polresta Barelang Rabu malam (28/02/2018), kita hanya klarifikasi dan kita tidak ada melakukan pergerakan di Polresta, bisa dikonfirmasi ke Polresta.

Dan berita yang beredar di media sosial, yang mengatakan 8 orang anggota IPK melakukan pemukulan dan mengeroyokan itu tidak benar, anggota IPK yang ada di lokasi kejadian hanya empat orang dan anggota sayalah yang di keroyok.

IPK ini organisasi kepemudaan nasional, jadi kita tidak pernah gentar sama siapapun, sikap Ketua DPD ll jelas, kalau mau diproses hukum, saya serahkan anggota saya ke hukum, walaupun anggota saya yang dipukul duluan, wajar membela diri, dan video CCTV yang saya dapat dari kepolisian sudah saya lihat, nyata kelihatan rekamannya memang anggota saya dilempari pake bangku, akan tetapi, anggota Perpat yang melempari anggota saya pake kursi harus di tangkap juga dan di proses secara hukum, jangan dilakukan penangkapan sepihak, dan jangan kita interfensi kinerja kepolisian, itu baru fair. Jelas Hendrik Aritonang dengan tegas 


Hingga berita ini di update, Saparudin Muda pendiri Perpat belum berhasil di temuin dan dikonfirmasi (red)

Reporter      : Samjonews.com
Editor          : Sdr





 
Top