Edisi
8/3/2018
BATAM.SAMJONEWS.com Untuk mengetahui persedian beras yang ada di gudang bulog saat ini, Komisi ll DPRD Kota Batam Rabu (7/3/2018) menggelar sidak ke gudang di Batu Ampar, hal ini di lakukan pengaruh tingginya harga beras di pasar.
Dari hasil sidak, tumpukan beras bulog di gudang sedikitnya 800 ton dengan mutu rendah atau tidak layak untuk di konsumsi, kondisi beras sudah rapuh, serta muncul kutu beras dalam butiranya dan karung sudah berdebu.
Diketahui, Beras yang berasal dari Thailand ini, ternyata sudah mengendap di dalam gudang selama dua tahun.
Kemudian saat dimintai keterangan Kepala Gudang Supatno mengatakan, beras itu masih layak dikosumsi, ia juga menambahkan, kenapa menjadi turun mutu, dikarenakan sudah lama tidak di distribusi hingga berdebu dan menimbulkan kutu.
“beras Ini distribusi tahun 2016, tapi beras itu masih layak konsumsi. Kita pernah disurvei lembaga Scofindo, beras ini dinyatakan masih layak konsumsi, “ujar Supatno.
Dandis Rajagukguk Anggota komisi II DPRD kota Batam, berharap agar Bulog dapat memperhatikan hal ini. Karena kebutuhan beras untuk masyarakat saat ini diperkirakan mencapai 200 ton setiap bulan nya.
” Saya berharap bulog juga dapat memperhatikan hal ini, karena di Batam tidak ada petani yang menghasilkan beras. Jadi kinerja Bulog ini harus ditingkatkan, agar dapat menjamin 1,3 juta penduduk kota Batam. “Ujar Dendis.
Sementara itu, untuk stok beras yang ada di gudang bulog saat ini hanya 386 ton yang tersedia untuk layak dikosumsi, selebihnya terdapat 800 ton beras yang tidak layak dikosumsi, Tutupnya.


 
Top