Edisi
Sabtu 03/02/2018

LUBUK PAKAM.SAMJONEWS.com – Seorang istri Oknum Polisi Militer (PM) berinisial MJ N dengan berat hati terpaksa mendatangi Mapomdam l/BB Senin 15 Januari 2018 untuk melaporkan suami nya beriisial WM.S .

MJ N mengadukan suaminya WM S ke Mapodam l/BB lantaran suami sudah tidak lagi menafkahi anak dan istrinya, baik secara lahir maupun batin yang sudah berjalan selama 4 Tahun hingga saat ini.

MJ N menceritakan kepda awak media ini dengan sedih dan tangis apa yang di alami selama 4 Tahun tidak dinafkahi suaminya,

“Selama 4 Tahun suami saya WM S tidak menafkahi anak dan saya istrinya, baik secara lahir maupun batin, sebelumnya kami tinggal di Tanjungpinang Kepulauan Riau, tanpa sebab diam-diam suami saya mengurus surat pindah ke Lubuk Pakam, lalu saya kejar ke Lubuk Pakam dan saya menemuin Dan sub POM Lubuk Pakam.

Mirisnya, suami saya WM S memaki maki saya sampai kelewat batas bahkan mengancam akan membunuh saya di hadapan Dan Sub POM Lubuk Pakam, tetapi saat saya di ancam akan di bunuh di hadapan Komandan nya, Dan Sub nya tidak bisa berbuat dengan tegas terhadap anggotanya, sehingga saya membuat laporan ke Mapodam l/BB.

Di mapodam l/BB kami dibuat surat perjanjian sebagai berikut,
Pihak l dan pihak ke ll sepakat hidup bersama dan tinggal di Asrama Subdenpom 1/1-3 Lubuk Pakam.

Pihak l memberikan seluruh gaji kepada pihak ke ll melalui ATM Merah Putih BNI
Pihak l menunjukkan dan mengerjakan tanah/Sawah/Rumah yang menjadi milik pihak l dan ll antara lain;

Tanah dan Sawah Desa Pasar Melintang 2 tempat, Suka Rame 5 rante, Cengkeh 5 rante (dibeli waktu lajang), Desa Sukamandi 6 rante (warisan), Desa Sekip 4 rante, Desa Pagar Jati + 2 rante, Rumah 2 unit di Kepulauan Riau Tanjung Pinang, Rumah 1 unit di Tebing Tinggi Simpang BP 7.

Akan tetapi semua isi surat perjanjian itu tidak ada yang ditepati, ATM diberikan tetapi dikasi PIN yang salah, sehingga ATM diblokir, kami disuruh tinggal di Asrama  Subdenpom 1/1-3 Lubuk Pakam, tetapi rumah itu kosong, baik kompor masak maupun tikar tidak ada isinya, dan saya telpon dan SMS Dan Sub bahwa sampai tanggal 4 Januari gaji suami saya yang harus saya terima belum juga saya dapatkan, tetapi SMS saya tidak ada jawaban dari Dan Sub. Tutur MJ N dengan sedih .

Saat awak media ini konfirmasi Kapten Cmp Purba Siregar. S.E yang menjabat sebagai Dan sub POM Lubuk Pakam beberapa waktu yang lalu melalui Hendpone milik pribadinya,

“Saya sudah pelajari rumah tangga WM S dan MJ N dipicu tidak harmonis. MJ N keras orang nya, semua masalah keluarga di sampaikan kepada orang lain, orang lain tersebut belum tentu dapat memberi solusi malah memanas manasi. Sementara WM S juga keras kepala, tidak mau mengalah merasa benar.

Jadi pendapat saya sebaiknya pihak keluarga dapat menyelesaikan hubungan keluarga orang ini secara arip dan bijaksana dengan kepala dingin dan jangan dibawa ego masing-masing, kasihan anak-anaknya. Ungkap Dan Sub Siregar (red)
Reporter          ; samjonews
Editor               ; Sdr
,


 
Top