Edisi
Rabu 07/02/2018
BATAM.SAMJONEWS.com – Perizinan Berdirinya tower milik perusahaan Mitra Tell yang berada di Perumahan Tembesi Raya Kelurahan Kibing menjadi perbincangan serius bagi warga sekitar Kelurahan Kibing hingga saat ini, di duga kuat intansi dinas yang membidangi perizinan tower bermain mata dengan pihak pengelola Mitra Tell.
Pemberitaan sebelumnya, Senin (27/11/2017) pada saat pengelola tower Mitra Tell melakukan kunjungan rapat/diskusi bersama warga Tembesi Raya yang dihadiri Ruli Fadli sebagai Supervisor di Mitra Tell, saat warga mempertanyakan perizinan pembangunan tower tersebut, Ruli Fadli kebingungan tidak dapat memperlihatkan kelengkapan perizinan nya di hadapan warga.  


Sebelum nya, saat awak media ini konfirmasi pejabat Dinas Cipta karya dan Tata Ruang Senin (23/10/2017) diruang kerjanya yang di wakili Arif yang membidangi tower yang sebelum nya bertugas sebagai bendahara penerimaan di komimfo Pemko Batam,
“Kelurahan Kibing tidak ada menyampaikan keluhan warga terhadap Dinas Cipta Karya, seingat saya Mitra Tell belum pernah ada datang melakukan pengurusan izin mendirikan tower di Kelurahan Kibing Tembesi Raya, baik itu kedinas Cipta Karya  dan Tata Ruang maupun ke Komimfo Pemko Batam. Biasanya kalau sudah ada aduan dari warga kami harus croscek dulu, karena sekarang ini banyak berdiri tower baru tanpa izin, takutnya ini salah satunya.

Sementara sesudah media ini update pemberitaan sesuai statement Arif Staf Dinas Cipta Karya yang begitu tegas, Arif mengirimkan pesan singkat kepada awak media ini melalui jaringan wahatsApp,
“Info dari Mitra Tell, mereka sudah punya IMB dan rekomyapun ada, saat kami croscek ke DPM-PTSP  IMB Tower Mitra Tell sudah ada katanya, dan salinan rekom dan IMB nya  mereka sudah kasih ke Dinas Cipta Karya.

Tower tanpa izin akan tetap di pantau, Cuma jika tower sudah memiliki izin, maka keberadaan tower tidak lagi dipermasalahkan mengingat semua prosedur sudah dipatuhi, hal ini mempertimbangkan upaya menjaga investasi agar tetap kondusif, maka diperlukan iklim lingkungan yang menyejukkan.

Saya sampaikan kepada abang, kalau Badan Kominfo dulu pasti mengetahui soal pengajuan rekomendasi Mitra Tell, Kalau pun bukan saya yang menerima, mungkin teman- teman lain team Bidang Postel,  karena saya waktu itu selaku Bendahara Penerima, bukan team rekomendasi, tetapi kadang-kadang saya juga diajak survey.

Terkait izin, memang saya sampaikan bahwa ada beberapa tower yg bertambah, saya takut tower Tembesi ini belum ada izin,makanya saya menyatakan akan survei dan meninjau kelengkapan berkas tower Tembesi Raya tersebut, dan Saya akan krocek langsung dengan Mitra Tell terkait izin dalam waktu dekat, sebagai upaya klarifikasi.

Yang saya katakan Lurah Kibing yang belum koordinasi, bukan Mitra Tell, kita akan ketahui segera apa Mitra Tell sudah mengurus izin atau belum, dengan cara konfirmasi langsung agar kita mendapat kejelasan terkait izin mereka. Jelas Arif berdalih melalui jaringan whatsApp milik pribadi nya. 

Akan tetapi, beberapa kali awak media ini Kedinas Cipta Karya menemuin Arif untuk memastikan Izin apa yang dimiliki Mitra Tell mendirikan bangunan tower di Kelurahan Kibing, tetapi sangat disayangkan Satpol PP yang jaga pos selalu mengatakan bahwa pak Arif berada di lapangan, awak media ii mencoba menghubungi Handpone milik pribadinya, Arif tidak bersedia menerima telpon, beberapa kali awak media ini melayangkan konfirmasi  pesan singkat melalui jaringan whtsApp juga tidak di balas.

Pada saat awak media ini kembali ke Dinas Cipta Karya Rabu (07/02/2018) mau konfirmasi, begitu Satpol PP yang bernama Rido R Putra yang jaga pos masuk keruangan Arif dan tidak seberapa lama keluar nenemuin awak media ini,

“Begini, abang ajukan saja surat apa yang mau di konfirmasi terkait penemuan abang di lapangan, dan sama siapa abang mau ketemu,  pak Arif  berada diluar kantor, dan pak Suhar sebagai Kadis juga tidak ada dikantor, jadi ajukan saja surat sama siapa abang ketemu, kalau memang bapak itu bersedia menerima kita kasih, tapi kalau tidak mau menerima itu tergantung orangnya karena prinsif orang begini, kalau kita mau bertamu ada orang nya atau tidak ada itukan tergantung pihak orangnya mau menemuin atau tidak, begitulah pesan staf nya. Saya hanya menerima tamu dan tujuan abang sudah saya sampaikan, masalah siapa nama sataf nya tadi saya tidak tau, karena saya masih baru tugas disini. Ungkap Rido R Putra (red/amjoi)

Reporter           ; samjonews.com

Editor               ; Sdr
 
Top