Edisi
Minggu 18/02/2018
BATAM.SAMJONEWS.com – Tindak lanjut pemberitaan sebelum nya, terkait Salah seorang nasabah berinisial DS yang berniat baik mendatangi kantor PT,Adira Finance yang beralamat di Komplek Ruko Bintang Emas Blok C 3-3 Sei Panas Kota Batam, dengan tujuan untuk membayar tunggakan cicilan mobil  Picup T 120 SS milik pribadinya, akan tetapi Firman yang menjabat sebagai AR HEAD di kantor Adira Finance cabang Kota Batam menolak pembayaran tunggakan tiga bulan dengan alasan DS harus membayar Succes Fee (biaya penarikan ) sebesar Rp 2.500.000 .

Baca juga  http://www.samjonews.com/2018/02/adira-finance-membebankan-biaya.html 

Pada saat DS di konfirmasi ulang awak media ini beberapa hari yang lalu, apa kendalanya sampai tunggakan mobil picup milik pribadinya menunggak,

“Seya kecewa dengan pelayanan Adira Finance ini bang, sepertinya saya di jebak kolektor nya, biasanya kalau saya mau membayar cicilan mobil, saya telpon kollector nya datang menjemput, tetapi terakhir ini saya telpon kollector nya menjawab besok kami akan datang, saya tunggu-tunggu tetapi tidak datang , saya telpon lagi, kolector nya menjawab besok kami akan datang, saya tunggu-tunggu tidak datang juga, beberapa hari kemudian kollector nya tiba tiba datang meminta saya supaya datang kekantor Adira,  dan sesampai ya dikantor kami sempat argumentasi, lalu saya dikasih waktu 2 hari untuk melunasi cicilan mobil saya, kalau tidak bisa saya lunasi dalam dua hari maka mobil picup saya akan di tarik”.

“Esok harinya dengan niat baik, saya  mendatangi kantor Adira Finance yang di Sei Panas, Jumat (9/2/2018), saya menjumpai Firman dengan tujuan membayar tunggakan cicilan mobil picup saya yang tiga bulan, tetapi Firman menolak pembayaran saya dengan alasan saya harus membayar biaya penarikan sebesar Rp 2.500.000, jelas saya kaget dengan biaya tersebut, karena untuk cicilan tiga bulan itu saja saya pinjam dan mobil picup saya tidak pernah ditarik

Sebelumnya sudah pernah juga saya membayar cicilan mobil picup saya bulan September Tahun 2017 melalui kollector yang bernama Roganda, tetapi cicilan saya tidak disetor kekantor, tiba-tiba datang lagi kollector yang lain menagih kepada saya, jelas saya tidak mau membayar, lalu saya mendatangi kantor Adira dan menunjukkan bukti pembayaran, lalu Adira melaporkan  Roganda ke polisi, dan sekarang dia sudah selesai di sidang Pengadilan Negri Batam, dan saya yang menjadi saksinya di pengadilan saat itu, dan Roganda sudah di penjara dengan hukuman 18 bulan., mungkin dari masalah ini mereka sengaja menjebak saya, makanya sampai terjadi tunggakan seperti itu.

Dengan penolakan pembayaran cicilan tunggakan  mobil picup saya yang tiga bulan, saya selalu di datangi tiga orang kollector dari pihak external, untuk mencoba melakukan penarikan mobil picup saya, dan saya menyampaikan ke kollector, saya mau membayar kalau ada kebijaksanaan dari pihak Adira tidak dibebankan biaya penarikan yang Rp 2.500.000, dan saya meminta supaya saya di discon bunga  keterlamatan pembayaran  yang katanya sudah mencapai Rp 5.200.000, tetapi jawab nya tidak bisa ada kebijakan sebelum keredit lunas, dan Kollector  tetap ngotot mau menarik mobil saya,  terpaksa saya relakan dengan satu catatan harus ada Surat Keputusan (SK) dari pengadilan bahwa mobil saya harus di exsekusi pihak pengadilan, kalau tidak ada SK penarikan dari pengadilan Negeri Batam mereka  tidak berhak menarik mobil saya.  Jelas DS  dengan kesal

Sementara saat awak media ini berbincang bincang dengan beberapa orang kollector dari pihak external yang tidak mau namanya di publikasikan  di warung kopi beberapa hari yang lalu,

“kami ini hanya pekerja bang, kami sudah sarankan supaya cicilan yang tiga bulan di bayarkan konsumen DS, sebenarnya biaya penarikan itu Rp 2.000.000, bukan Rp 2.500.000 seperti yang dikatakan Firman, memang kami menjadi sering berbenturan di lapangan dengan konsumen gara gara si Firman, dan kami sebagai kollector sering kecewa di buat Firman ini, jadi DS mestinya mengerti posisi kami, tetapi kalau Ds tidak bersedia membayar tunggakan cicilan mobilnya, terpaksa akan kami tarik mobil tersebut. Ujar kollector tersebut.   (red)

Reporter              ; Samjonews
Editor                    ; Sdr



 
Top