Edisi
Minggu 21/01/2018

BATAM,SAMJONEWS.com Dengan menurun nya perekonomian Kota Batam, sekitar pertengahan bulan Desember Tahun 2017 banyak warga Batam yang memilih kembali ke asal kampung nya dari pada tetap bertahan di Kota Batam,  terpantau dari tingginya setiap hari permintaan penerbitan surat pindah oleh masyarakat di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk - Capil) sekupang
Pada saat tim media ini konfirmasi kepada Ibu Hasyimah selaku Kapala Dinas Sosial Kota Batam, berapa jumlah angka kemiskinan di Kota Batam dari Tahun 2015 hingga Tahun 2017, tetapi Ibu Hasyim mengarahkan tim media ini bertemu dengan Kabid Fakir miskin Ibu Anis,  di duga, Ibu Hasyim selaku Kadis sosial Kota  Batam tidak memahami berapa jumlah warga miskin Batam sejak dari Tahun 2015 hingga Tahun 2017.,
Ibu Anis Kabid Fakir miskin menjelaskan,  jumlah warga miskin di Kota Batam berdasarkan data terbaru dari Tahun 2015 berjumlah 39.903 KK, pada bulan September 2017 terjadi penurunan angka kemiskinan di kota Batam menjadi 37.428 KK, terang ibu Anis diruang kerjanya saat di wawancarai pada hari Selasa(17/01/2017)
Saya menjabat di kantor ini dari mulai bulan September 2017, menggantikan pak Malik, karena dituntut oleh pemerintah pusat, kalau mau di verifikasi silahkan sampai bulan September, data – data itu saya serahkan kembali kepada lurah silahkan verifikasi di lapangan, mana yang meninggal, mana yang pindah, lalu data itu saya serahkan kelurah dan kembali kepada kami,kata ibu Anis.
” Masyarakat miskin paling terbanyak di temukan di kota Batam adalah di daerah kecamatan Sagulung jumlah nya 7.077 KK ” ucapnya.
Dikatakan ibu Anis lagi kriteria masyarakat miskin adalah salah satunya rumah masih berlantai tanah, penghasilan tidak cukup untuk makan,ungkapnya tegas.
Ibu Anis menambahkan,Keluarga penerima manfaat itu perorang Rp.110.000/bulan, di berikan kartu untuk pengambilan beras setiap bulannya, agar mereka tidak kelaparan, jika tidak bisa menyekolah kan anak sudah ada kartu Indonesia pintar serta jika sakit hendak mau berobat sudah ada kartu KIS jadi masyarakat miskin tinggal berusaha mencari tambahan.
“ tidak ada alasan lagi tidak makan, anak tidak sekolah, serta tidak bisa berobat karena pemerintah sudah menyediakan 3 program bantuan, sebenarnya masyarakat Batam penerima bantuan tidak sesuai dengan kriteria yang ada, karena seharusnya sipenerima bantuan rumahnya berlantai tanah, memang benar masyarakat kota Batam masih banyak mengontrak rumah, akan tetapi belum tentu mereka miskin “ tegasnya lagi.
Layak atau tidaknya sipenerima bantuan ada sistem pelayanan terpadu, mereka langsung turun kelokasi, kalau memang masyarakat itu tidak layak rumahnya harus di foto, itu nanti online dilaporkan kepada supervisornya.

Data masyarakat miskin tidak rahasia, siapa saja bisa meminta datanya dikantor kelurahan masing – masing dan data itu melalui SK Walikota Batam, silahkan ditanyakan kepada kelurahan karena yang punya masyarakat kan kelurahan, ungkap ibu Anis kepada
tim media ini (Amjoi group)
Reporter           ; Amjoi grup
Editor               ; Sdr


 
Top