Edisi
Sabtu 13/01/2018


BATAM,SAMJONEWS.com   Meyikapi berdirinya tower di Kelurahan Kibing Kecamatan Batu Aji Kota Batam menjadi polimik bagi warga perumahan Tembesi Raya. Pasal nya sejak berdirinya tower tersebut, barang elektronik warga sering  mengalami kerusakan di saat hujan  disertai Petir.

Senin (27/11/2017) pengelola tower Mitra Tell melakukan kunjungan rapat/diskusi bersama warga Tembesi Raya, pada saat warga mempertanyakan perizinan pembangunan tower tersebut, pengelola tower Mitra Tell kebingungan tidak dapat memperlihatkan kelengkapan perizinan nya di hadapan warga. 

Kehadiran Ruli Fadli yang mengaku sebagai Supervisor di PT.Mitra Tell di Kota Batam menemui warga bukan untuk memindahkan tower,
“Saya datang menemui warga atas laporan pak RW bahwa telah terjadi kerusakan barang elektronik warga  yang rusak di sambar petir sebanyak 66 KK pada tanggal 27 Agustus 2017, kami menindak lanjuti dan cek ke Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) memang ada potensi petir pada saat itu”.

Emosi warga mulai memuncak dan warga mendesak Ruli Fadli Suvervisor Mitra Tell memperlihatkan kelengkapan Izin berdirinya tower, Ruli dengan grogi dan wajah pucat mengambil dokumen dari tas, dan salah satu warga langsung mengambil dokumen tersebut dari Ruli dan di bacakan di tengah-tengah warga.

Warga yang membacakan dokumen tersebut berhenti membaca, dan kembali berteriak kepada Ruli,
“Ini bukan surat izin, ini surat rekomendasi pengajuan perizinan, bagai mananya bapak ini, kami memang masyarakat biasa, tapi kami tau mana surat izin dan mana surat rekomendasi, jangan kami di bodoh bodohi seperti ini. Ujar warga yang membacakan perizinan tersebut.


Arif Staf Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang yang membidangi tower yang sebelumnya bertugas sebagai bendahara penerimaan di kominfo Pemko Batam menjelaskan di ruang kerjanya saat di konfimasi awak media ini Senin (23/10/2017) terkait keluhan warga dengan sering nya rusak elektonik yang diduga dikarenakan sambaran petir akibat keberadaan tower ditengah pemukiman warga.

Seingat saya, Mitra Tell belum pernah ada datang melakukan pengurusan izin mendirikan tower di Kelurahan Kibing Tembesi Raya, baik itu ke Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang maupun ke Komimfo Pemko Batam, apalagi sekarang ini banyak berdiri tower baru tanpa izin, takutnya ini salah satunya, misalnya izin pengelola tower ada di jalan Majapahit, akhirnya izin tersebut berkembang jadi berdiri tiga tower. Ungkap Arif Staf Dinas Cpta Karya.




Sementara  Airif Staf Dinas Cipta Karya mengirimkan pesan singkat melalui pesan jaringan WhatsaApp awak media ini Jumat (01/12/2017).

“Info dari Mitra Tell, mereka sudah mempunyai IMB pak, waktu kami croscek ke Dinas DPM-PTSP  IMB tower Tembesi Raya  sudah ada katanya,  salinan IMB nya sudah mereka serahkan ke Dinas Cipta Karya. Tetapi Arif tidak menginformasikan apakan izin tower Mitra Tell dari komimfo/Dinas Cipta Karya sudah ada atau belum. 
 

Dengan penjelasan Arif Staf Dinas Cipta Karya terhadap awak media ini, menjadi timbul pertanyaan warga Tembesi Raya, izin apa sebenar nya yang dimiliki pengelola tower Mitra Tell, sementara awal berdirinya tower Mitra Tell ditengah pemukiman warga Tembesi Raya, warga merasa tidak pernah ada tandatangani izin sepadan akan berdirinya tower ditengah pemukiman warga, dan warga berharap agar tower Mitra Tell yang ada di tengah pemukiman mereka di pindahkan alias di bongkar (Red/amjoi)

Reporter              ; Samjonews.com
Editor                    ; Sdr

 
Top