Edisi
09/12/2017
BATAM.SAMJONEWS com  - Komisi lV DPRD Batam melakukan inspeksi mendadak (sidak) di (RSUD) Embung Fatimah Selasa 5 Desember 2017, kondisi RSUD Embung Fatimah Batam sangat memprihatinkan, hal itu di ungkap oleh anggota komisi lV DPRD Batam Joko Mulyanto.

Banyak peralatan medis sudah tidak berfungsi lagi dengan baik, seperti alat transfusi darah dan mesin rontgen, dalam tiga bulan ini, ternyata RSUD Batam sudah tidak mempunyai persediaan obat.
“Kalau begini bukan hanya orangnya (pasien) yang sakit, Rumah sakitnya juga ikut sakit,” ungkap Joko Mulyanto di RSUD Embung Fatimah

Sekretaris Komisi lV DPRD Batam,Udin Sialoho ikut serta menemani Joko Mulyanto, Udin juga meluapkan kekesalanya, sebab Rumah sakit daerah seharusnya menjadi rumah sakit rujukan bagi pasien di Batam.
“Masalah kecil seperti obat obatan dasar seperti paracetamol dan antibiotik saja tidak terpenuhi bagai mana yang lain nya”. Ujar Udin Sialoho

Saat Udin bertanya kepada Dokter yang jaga, Udin semakin kesal prihal kekosongan obat di RSUD Batam, Dokter dengan santainya mengakui jika gudang obatnya memang kosong, tapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Para Dokter malah mengancam akan mengundurkan, diri karena berbulan-bulan gaji mereka tidak di bayar RSUD, Udin lantas menyimpulkan, sumber masalah utama RSUD Batam adalah keuangan.
“Padahal di Tahun 2017 DPRD Batam telah menganggarkan Rp 17,4 miliar, anehnya di bulan maret sudah mengalami kekosongan”. Ungkap Udin (red)

 
Top