Edisi
05/12/2017
BATAM.SAMJONEWS.com Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, dan Pengawasan Provinsi Kepri wilayah kerja Batam di demo puluhan buruh distributor Indofood yakni PT  Pan Baruna dan PT.Startmata Pratama, Selasa (05/12/2017), puluhan buruh tersebut menghadiahi Rudi Sakyakirty Kadis Disnaker Batam dan Jalfriman Pengawasan Provinsi Kepri keranda mayat  dan satu ekor unggas (entok) berdasi serta tiga kardus Pop Mie yang sudah expired (kaladuarsa).

Ketua dan Sekertaris SBSI kota Batam (Jhonner Sirait dan Rio Napitupuluh) menyerukan orasinya dan mengartikan, bahwa keranda mayat tersebut mengilustrasikan bahwa Hati Nurani Sudah Mati untuk Buruh, unggas (entok) di contohkan dengan kinerja Disnaker Kota Batam yang lambat untuk menangani dan mengawasi  Perusahaan yang tidak mematuhi UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenaga Kerjaan, sedangkan tiga Kardus Pop Mie produk Indoofud bukti bahwa setiap produk  Indoofud yang sudah kadaluarsa di bebankan pada karyawan menjadi sales.

“Jonner Sirait menambahkan,selama puluhan Tahun perusahaan distributor Indoofud beroperasi, akan tetapi pihak Disnaker tidak pernah datang untuk melakukan sidak atau pemeriksaan ke perusahaan tersebut, lalu kepada siapa lagi kami buruh ini mengadu kalau bukan ke Disnaker, dan kami mau mempertayakan kejelasan perkembangan kasus yang kami alami, dalam menangani masalah ini Janganlah seperti bebek ini, makan kuat, jalan lambat dan beraknya banyak," teriak Jonner dalam orasinya.

Tak lama kemudian, Jalfriman SH, MH selaku Pengawasan Provinsi Kepri wilayah kerja kota Batam menemui para buruh dan menjelaskan proses penanganan yang sudah dikerjakan pihaknya.

"Kami sudah mendatangi perusahaan, dan nota pemeriksaan sudah ada. Dan kita minta pada teman-teman untuk bersabar dulu, karena bila dalam waktu dekat pihak perusahaan tidak juga memberikan data-data karyawan, maka akan membuat penetapannya. Tapi kita tidak bisa berjanji, kita akan mengusahakan secepat mungkin," Kata Jalfriman saat menemui para buruh yang menggelar aksi damai di depan gedung Disnaker Batam.

Sementara itu, setelah 3 jam menunggu didepan gedung Disnaker, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kota Batam Rudi Sakyakirty pun datang dan langsung menemui para buruh, Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah berbuat sesuai prosedur sesuai aturan yang ada. Sebab bila para pihak terima dengan anjuran, maka para pihak yang tidak terima dapat melanjutkannya ke Pengadilan Hubungan Induatrial (PHI) Tanjung Pinang.

"Tugas kita sudah kita lakukan sesuai aturan yakni memediasi. Dan yang bisa menekankan itu hanyalah pengawasan, saya pun tidak bisa menekankan itu pada pengawasan sebab saat ini pengawasan Disnaker sudah dibawah naungan bapak Tagor Napipuluh (Kadisnakertran Provinsi-red)," pungkasnya.

Pantauan awak media ini, setelah Kadisnaker Batam memberikan penjelasan, kemudian perwakilan buruh yakni Ketua dan Sekertaris SBSI kota Batam (Jhonner Sirait dan Rio Napitupuluh) memberikan unggas (entok) yang telah dibawa tersebut kepada Rudi Sakyakirti dengan mengatakan "Entok ini melambangkan kinerja Disnaker dan Pengawas Provinsi Kepri. Jadi, jangan seperti bebek ini kinerja Disnaker,".
(Red/Amjoi)
Reporter          ; Tim Amjoi
Editor              ; Sdr



 
Top