Edisi
Jumat 01/12/2017

BATAM,SAMJONEWS.com Pengelola tower PT Mitra Tell melakukan kunjungan rapat/diskusi bersama warga Tembesi Raya Senin (27/11/2017), pada saat warga mempertanyakan perizinan pembangunan tower tersebut, pengelola tower PT.Mitra Tell kebingungan tidak dapat memperlihatkan kelengkapan perizinan nya di hadapan warga. 

Kehadiran Ruli Fadli yang mengaku sebagai Supervisor di PT.Mitra Tell di Kota Batam menemuin warga bukan untuk memindahkan tower,
“Saya datang menemuin warga atas laporan pak RW bahwa telah terjadi kerusakan barang elektronik warga  yang rusak di sambar petir sebanyak 66 KK pada tanggal 27 Agustus 2017, kami menindak lanjuti dan cek ke Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) memang ada potensi petir pada saat itu”.

Mendengarkan penjelasan Ruli emosi warga mulai memuncak dan warga mendesak Ruli Fadli Suvervisor PT.Mitra Tell memperlihatkan kelengkapan Izin berdirinya tower, Ruli dengan grogi dan wajah pucat mengambil dokumen dari tas, dan salah satu warga langsung mengambil dokumen tersebut dari Ruli dan di bacakan di tengah-tengah warga.


Warga yang membacakan dokumen tersebut berhenti membaca, dan kembali berteriak kepada Ruli,
“Ini bukan surat izin, ini surat rekomendasi pengajuan perizinan, bagai mananya bapak ini, kami memang masyarakat biasa, tapi kami tau mana surat izin dan mana surat rekomendasi, jangan kami di bodoh bodohi seperti ini. Ujar warga yang membacakan perizinan tersebut.

Spontan suara masyarakat yang mengikuti rapat di Vasum perumahan tersebut menjadi ribut. Bahkan beberapa masyarakat bersorak agar tower BTS itu dibongkar.
“Bongkar saja kalau tidak ada izinnya, lagi pula tidak ada untungnya tower itu sama kita,” teriak warga.


Seperti pemberitaan sebelum nya, Arif Staf Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang yang membidangi tower yang sebelum nya bertugas sebagai bedahara penerimaan di komimfo Pemko Batam menjelaskan di ruang kerjanya saat di konfirmasi awak media ini Senin (23/10/2017) terkait keluhan warga dengan sering nya rusak elektronik yang di duga dikarenakan sambaran petir akibat keberadaan tower ditengah pemukiman warga,


Kelurahan Kibing tidak ada menyampaikan keluhan warga terhadap Dinas Cipta Karya, seingat saya, Mitra Tell belum pernah ada datang melakukan pengurusan izin mendirikan tower di Kelurahan Kibing Tembesi Raya, baik itu ke Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang maupun ke Komimfo Pemko Batam. biasanya kalau sudah ada aduan dari warga kami harus cek dulu, apalagi sekarang ini banyak berdiri tower baru tanpa izin, takut nya ini salah satu nya

Sementara Jumat (01/12/2017) Arif Staf Dinas Cipta Karya mengirimkan pesan melalui jarian WhatsApp awak media ini,
“info dari Mitra Tell, mereka sudah punya IMB pak,waktu kami kroscek ke BPM, IMB tower Tembesi sudah ada katanya, salinan IMB nya mereka kasih ke dinas Cipta Karya”
Tetapi Arif tidak menginformasikan apakah izin tower PT.Mitara Tell dari Kominfo/Dinas Cipta Karya. Sudah ada atau belum. Dan arif tidak memberikan tanggapan atas keluhan warga Tembesi Raya akibat kejadian Tower tersebut.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Batam angkat Bicara terkait keberadaan Tower BST Mitra Tell Di Tembesi Raya , Harmidi Umar Husein mengatakan kita sangat mendukung dengan keberadaan tower-tower yang sudah memiliki izin yang lengkap, sebab kemajuan teknologi saat ini masyarakat sangat membutuhkan. Akan tetapi pengelola tower tidak serta merta mendirikan tower tanpa mendapatkan semua izin-izinnya. ujar Harmidi, Kamis ( 30/11/17 )
Harmidi Menambahkan ,Klo ada terjadi manipulasi data sepadan dari warga silahkan Laporkan, Kita Siap turun ke lokasi ,kita siap untuk menampung aspirasi dari masyarakat , silahkan masukkan surat ke Komisi I DPRD Kota Batam Kita akan Melakukan Pemanggilan Kepada Pemilik Mitra Tell.
Bila Perlu Tower Mitra Tell harus segera dibongkar apabila pihak pengelola tower belum mengantongi izin yang lengkap dari dinas terkait. Tegas Harmidi (Ngl/Amjoi)

Reporter          ; Samjonews.com
Editor              ; Sdr
 
Top