Edisi
 Minggu 26/11/2017
BATAM.SAMJONEWS.com – Warga Tiban Kampung Kelurahan Tiban Lama  RW 07 dan RW 06 menghadiri undangan Kecamatan di ruang pertemuan kantor kecamatan Sekupang  pada hari Kamis (23/11/2017) Pukul 09;30 Wib, dengan tujuan rapat/diskusi mengenai perbatasan Lahan di RW 06,  dan RW 07 beserta PT. Bumi Mahkota Sejahtera (BMS) sebagai pihak pengembang/ Developer (Tiban Ayu).

Rapat/Diskusi tersebut dihadiri oleh M.Arman Camat Sekupang beserta staf,  Addi Harnus,SE  Lurah Tiban Lama beserta staf, Kapolsek Sekupang yang di wakili  Boy. S.Panggabean Kamtibnas Tiban Lama, LPM Tiban Lama, Utusan PT.BMS, Tokoh dan Pemuka Masyarakat Kelurahan Tiban Lama.

Rapat/Diskusi (tanya jawab) yang dipasilitasi Arman Camat Sekupang ini  merupakan tindak lanjut atas pertemuan/rapat terdahulu pada Tanggal 16 September 2016 yang di pimpin Zurniati Camat Sekupang pada saat itu. dan tanya jawab antara warga dengan pihak PT.BMS ada 11 poin sebagai berikut;
1 BHP Hutagalung Ketua RW 07 dengan tegas mengatakan sebagai berikut;
- “Mungkin pertemuan seperti ini sudah sangat membosankan dan sangat melelahkan, karena sudah dua kali warga di undang ke kantor camat ini, akan tetapi kami tetap menghargai undang Camat pada hari ini.
- Manurung utusan PT.BMS sudah melakukan berbagai cara,  menggusur melalui Ditpam, mengiming imingi ganti kavling dan mengimingi bangun rumah  dan sebagainya.
- Dulu ada surat yang saya tanda tangani dari Bu Zurniati Camat lama yang isinya, antara Tim l untuk sepakat mengikuti tapal batas Peta Lokasi (PL) yang dikeluarkan oleh mahasiswa Unrik, akan tetapi sampai isitu stop. 

2. Harapan M.Arman Camat Sekupang untuk komitmen atas hasil diskusi/rapat, dan berharap agar permasalahan ini dapat di selesaikan dengan waktu yang sesingkat-singkatnya.

3, Pihak pengembang (PT.BMS) akan memberikan sagu hati menurut kategori bangunan ada tiga jenis yaitu
                - Setengah Bangunan  di hargai                                 Rp 10.000.000
                - Bangunan Semi Parmanen di hargai                        Rp 15.000.000
                - Bangunan Parmanen                                                 Rp 25.000.000

4. Ketua RW 06 meminta kejelasan titik koordinat wilayah, dan Kordinasi dalam setiap tindakan dan saling menguntungkan dalam setiap tindakan.

5. Sementara Sidabutar Tokoh RW 07 menjelaskan sebagai berikut;
- Tidak ada masyarakat RW 07 yang tidak menyetujui pembagunan gereja, akan tetapi       masyarakat RW 07 menolak pemindahan gereja.
- Penyelesaian perbatasan lahan dilakukan di BP Batam
- Warga RW 07 tidak ada menduduki lahan PT.BMS, dan warga menolak sagu hati

Tata acara PT.BMS yang di tanda tangani BP Batam
6. Pihak PT.BMS menanggapi sebagai berikut ;
- Pengukuran ulang dan Pematokan untuk menentukan batas lahan dari Gambar PL atas nama PT.BMS yang berbatasan dengan pemukiman Tiban Kampung pada sisi A-O-N-M-L pada koordinat Gambar PL  sudah di lakukan bersama BP Batam pada Tanggal 23 Maret 2017 dan
 Tanggal 13 Juni Tahun 2017. (pengukuran yang dilakukan tanpa mengundang masyarakat Tiban Lama khususnya warga RW 07 dan RW 06)
- Diharapkan pihak terkait (warga RW 07/RW 06) untuk mempersiapkan berkas berkas yang  dapat menyelesaikan permasalahan.

7. Tokoh masyarakat RW 07  Nainggolan menayakan dengan tegas tiga hal kepada utusan PT.BMS sebagai berikut;
- Kecamatan Sekupang hanya mempasilitasi antara pihak pengembang dengan warga, akan tetapi yang mengeluarkan PL (Peta Lokasi) dan yang mengetahui tapal batas adalah pihak BP Batam, mestinya dalam rapat/diskusi ini pihak BP Batam dihadirkan ikut serta agar titik permasalahan dapat ditemukan.
- Mengapa dalam rapat/diskusi ini tidak ada pihak PT.BMS yang hadir, dua orang yang mengaku Tanjung sebagai wakil PT.BMS bukan karyawan PT.BMS melainkan aparat TNI dari Kodim, dan apa kapasitas bapak berdua terkait permasalahan ini, mengapa bapak sebagai aparat yang menghadiri acara rapat tersebut?
- Pengukuran ulang dan Pematokan untuk menentukan batas lahan dari Gambar PL atas nama PT.BMS yang berbatasan dengan pemukiman Tiban Kampung yang sudah di lakukan bersama BP Batam pada Tanggal 23 Maret 2017 dan Tanggal 13 Juni Tahun 2017.  Mestinya saat pengukuran yang dilakukan mengundang masyarakat Tiban Lama khususnya warga RW 07 dan RW 06 .

8. Arman Camat Sekupang dengan wajah kaget menjelaskan sebagai berikut;
- Baru pertama ini saya jumpa dengan bapak Tanjung ketepatan dua duanya sama – sama Tanjung, dan baru hari ini saya ketahui bahwa Bapak Tanjung berdua adalah aparat, benar pertanyaan warga apa Kapasitas bapak dalam permasalahan ini, karena pungsi TNI tidak boleh berbisnis jadi tolong di jawab pertayaan warga tersebut.
- Adanya permasalahan yang mencakup Wilayah Kecamatan Sekupang sehingga dilakukan diskusi melalui Pemerintah Kota Batam yaitu Kecamatan Sekupang
- Penyelesaian masalah melalui hukum yang berlaku sehingga diperlukan Faktor pendukung.

9. Sekretaris RT 03 RW 06 dengan tegas meminta pihak PT.BMS menghentikan pembagunan pagar tembok pembatas karena tapal batas antara Tiban Lama dengan PT BMS belum ada titik temunya.

10. Simatupang Sekretaris RT 03 RW 07 dengan tegas mengatakan, “ Setiap adanya tindakan (PT.BMS) terkait perbatasan Tiban Lama, di harapkan PT.BMS memberitahukan melalui surat menyurat yang diketahui RT-RW

11. Demikian juga Erni Sianturi warga RT 03 RW 07 dengan kesal dan cape karena permasalahan ini tak kunjung selesai dan anaknya yang masih anak-anak merasa ditakut takuti karena isu PT.BMS akan menggusur pemukiman warga RW 07 dan RW 06.

Dengan tanyak jawab antara warga RW 07 -  RW 06 dengan pihak PT.BMS, yang tidak menemukan titik temu, maka  M.Arman Camat Sekupang mengambil kesimpulan sebagai berikut;
                - Akan diadakan pertemuan selanjutnya dengan waktu yang disesuaikan.
                - Mengundang / menghadirkan tokoh yang benar benar memahami permasalahan
                - Setiap pihak untuk membawa dokumen terkait
    - Mengundang / menghadirkan pihak BP Batam dalam pertemuan berikutnya, dan  camat     berjanji akan menyurati BP Batam (bagian pengadaan lahan) ( Red/AMJOI )

Reporter                ; Samjonews.com
Editor                    ; Sdr
-   

 
Top