Edisi
Minggu 05 Nov 2017
BATAM.SAMJONEWS.com Menindak lanjuti pemberitaan sebelumnya, PT.Atek Electronics Indonesia (AEI ) akan diproses dengan hukum, pasalnya salah seorang mantan karyawan PT.AEI Batam berinisial R.Sinaga akan melaporkan manajemen perusahaan ke Polresta Barelang, terkait pihak manajemen perusahaan melakukan pemotongan iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan setiap bulanya, akan tetapi tidak di setorkan sejak April 2016 hingga sampai saat ini.


“Setiap bulanya gaji kami selalu di potong pihak manajemen perusahaan  untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, Saya sudah ke kantor BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. Keduanya mengakui bahwa PT.AEI menunggak iuran nya, itulah sebabnya saya dalam waktu dekat akan membuat laporan ke polisi atas dugaan penggelapan,”. Ungkap R,Sinaga beberapa hari lalu, sambil memperlihatkan selembaran kertas history daftar upah tanaga kerja, print saldo JHT dari BPJS Ketenagakerjaan dan slip gajinya.


R Sinaga menambahkan pengalaman yang pernah dialaminya pada Tahun 2016 lalu, ia pernah di tolak berobat di klinik Graha Raja Labora Batu Aji, ia menggunakan kartu BPJS Kesehatan, akan tetapi pihak klinik menolak R Sinaga berobat dengan alasan karena kartu BPJS Kesehatan yang akan digunakan untuk berobat ternyata tidak aktif. R.Sinaga menayakan kenapa bisa seperti begitu, Pihak klinik mengatakan mungkin dari perusahaan tidak ada penyetoran.




"Saat itu saya pun tidak jadi berobat, dan keesokan harinya saya mempertanyakan kejadian tersebut ke perusahaan. Tapi jawab manajemen perusahaan malah mengusulkan pada saya untuk berobat dengan biaya sendiri. Yang nantinya biaya perobatan itu akan diklaim oleh perusahaan," katanya, meniru perkataan manajemen perusahaan.

Tak hanya itu, pada saat perundingan bipartit terkait masalah kontrak kerja yang berulang-ulang, R
.Sinaga juga menyinggung terkait pemotongan iuran BPJS tersebut pada manajemen melalui HRD perusahaan yakni AR, dan manajemen perusahaan mengatakan bahwa perusahaan dan BPJS sudah ada koordinasi untuk melakukan pembayaran dengan cara mencicil tunggakan pertiga bulan.

"Saat perundingan bipartit bulan Juli 2017 kemarin, saya sudah singgung terkait iuran BPJS yang dipotong dan tidak disetorkan perusahaan ke BPJS. Tapi kata pak AR pihaknya sudah ada koordinasi  dan sisetujui oleh BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan," pungkasnya.

Hingga berita ini diunggah, manajemen perusahaan, BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan belum berhasil dikonfirmasi.
(red/tim)



 
Top