Edisi
 Selasa 28/11/2017
BATAM.SAMJONEWS.comSaat berlangsungnya rapat/diskusi antara warga Tiban Kampung RW 07 dan RW 06 Kelurahan Tiban Lama Kecamatan Sekupang bersama dua orang utusan PT Bumi Mahkota Sejahtera (BMS) pada hari Kamis (23/11/2017) di Kantor Camat Sekupang, M.Arman Camat Sekupang dengan tegas dan bijaksana menanggapi permasalahan antara warga dengan utusan pihak pengembang.

Rapat/Diskusi tersebut langsung di pimpin M.Arman Camat Sekupang di damping sekcam dan staf, juga di dampingi Addi Harnus,SE Lurah Tiban Lama beserta staf, Kapolsek Sekupang yang di wakili Boy. S.Panggabean Kamtibnas Tiban Lama, LPM Tiban Lama, Utusan PT.BMS, dan Tokoh Masyarakat Kelurahan Tiban Lama.

Arman Camat Sekupang membuka kata sambutan dan menjelaskan bahwa rapat yang di pimpin merupakan tindak lanjut atas pertemuan/rapat terdahulu pada Tanggal 16 September 2016 yang di pimpin Zurniati Camat Sekupang pada saat itu.
“Sebenarnya permasalahan antara masyarakat dengan Developer masalah tapal batas yang baru yang tidak dapat di pecahkan, kami muspida Kecamatan Sekupang mulai dari lurah sampai kecamatan dan Polsek sekupang hanya sebagai penengah untuk mencoba mendudukkan antara masyarakat dan pihak pengembang, harapan kita dalam kepentingan ini mudah-mudahan kita dapatkan jalan keluar bersama.

Mungkin dalam masalah ini, kita bisa saling terbuka sehingga kita bisa mendapatkan titik ujung pangkal permasalahan sehingga dalam ruang ini kita bisa mendapatkan hasil mupakat bersama. Kita juga berharap permasalahan ini bisa diselesaikan dengan waktu yang sesingkat-singkatnya, karena aku yakin seperti hari ini bapak-bapak punya kegiatan sekalian banyak yang tidak masuk kerja akibat ingin langsung mendengarkan apa hasil perkara hari ini dengan pihak pengembang.

Saya juga menjelaskan kepada pihak pengembang, supaya konsekuen dengan janji janjinya, kalau bicara yang pertama ngomongya begini, yang kedua ngomongnya begini, ini yang menjadi pertimbangan masyarakat itu karena  tidak ada etika baik dari pihak pengembang. Ungkap Arman.

Arman menambahkan, Dalam hal ini saya baru saja jumpa dan kenal Saudara Tanjung (Utusan pihak pengembang) apakah disini sebagai majelis hakim saya juga tidak tau, saya kalau ngomong ceplas ceplos saja, kalau memang baik saya akan katakan baik, yang pertama saya katakan, saya dulu jadi sekcam di sini kalau saya katakan A tetap A, kalau saya katan B tetap B, dari dulu saya begitu selama tiga tahun jadi sekcam di Sekupang ini.

Saya melihat dari pihak Developer ini tidak ada niat baik, terbukti sampai akhir ini ada pihak Developer tidak mau saya pasilitasi, jujur saya katakan tidak konsekuen, bukan berarti saya membela masyarakat, akan tetapi pihak Developer tidak konsekuen kepada masyarakat, apa yang disampaikan akan jadi rancau, jadi sampai sekarang ada Developer tidak mau lagi saya ikut campur, jadi saya minta untuk sekarang ini harus konsekuen, apa yang harus disampaikan, apa yang harus diberikan kepada masyarakat itu harus betul betul di jalankan, jadi kalau ngomong A harus A jangan kedepan jadi saples, kalau saples itu untuk lebih menguntungkan masyarakat berarti terjadi ada tapal batas.

Saya juga meminta kepada masyarakat supaya kita menyelesaikan masalah ini baik-baik, jangan saling menjatuhkan,  intinya kita mau mencari kata sepakat itu kita camkan dalam pemikiran kita bahwa kita mau mencari jalan yang terbaik, baik itu untuk masyarakat maupun untuk pihak pengembang karena kita semua punya hak dan punya kewajiban dalam hal ini. Tutup Arman

Arman Camat Sekupang memberikan kesempatan tanya jawab terhadap warga dan pihak pengembang, dan dimulai dari warga RW 07 yang di wakili Sidabutar,

“Pertama saya menanggapi hasil rapat Tanggal 30 September Tahun 2016, warga tidak setuju karena saya  ingat pada saat rapat  Tanggal 30 September Tahun 2016 membahas pemindahan Gereja GKPS dan Gereja GPPS yang akan di pindahkan ke Pasum RW 07 Tiban Lama, disitu warga dan saya  tidak setuju sampai bapak koramil sempat naik darah militer dan mengatakan saya sebagai promokator menolak pembangunan Gereja, “ itu tidak benar adanya penolakan pembangunan gereja, sekalipun itu pembangunan mesjid tidak ada yang menolak, tetapi Gereja yang sudah ada jangan di pindahkan lagi.

Masalah pengukuran tapal batas pada saat itu Bu Zurniati sebagai Camat Sekupang pada saat itu terusterang di ucapkan, “permasalahan ini tidak bisa di selesaikan di kantor Camat ini, kita selesaikan di kantor BP Batam karena mereka yang lebih berwenag dan lebih memahami permasalahan, itu kata bu Zurniati pada saat itu.

Masalah Tiban Kampung dengan Tiban Ayu (PT BMS) sebenarnya tidak ada masalah, yang bermasalah itu siapa sebenarnya, saya sudah 27 Tahun tinggal di Tiban Kampung ini dan saya tidak pernah duduk di lahan Tiban Ayu, kalau kita mau lihat peta mari kita sama-sama buka peta, mana peta Tiban Lama dan mana peta Tiban Ayu, saya bukan kepentingan pribadi datang kemari, semalam kami RW 07 sudah rapat terlebih dahulu dan saya di utus warga jadi koordinator RW 07, jadi sekali lagi saya katakan  kami tidak pernah menduduki lahan Tiban Ayu dan kami menolak  penawaran ganti rugi yang di tawarkan Tiban Ayu, karena kami tidak ada menduduki lahan Tiban Ayu. ungkap Sidabutar dengan tegas.

AU Tanjung utusan Pihak PT.BMS menanggapi pengukuran ulang dan Pematokan untuk menentukan batas lahan dari Gambar PL atas nama PT.BMS yang berbatasan dengan pemukiman Tiban Kampung pada sisi A-O-N-M-L pada koordinat Gambar PL sudah di lakukan pengukuran bersama BP Batam pada Tanggal 23 Maret 2017 dan Tanggal 13 Juni Tahun 2017. (pengukuran yang dilakukan tanpa mengundang masyarakat Tiban Lama khususnya warga RW 07 dan RW 06) dan disini sudah lengkap berita acara pengukuran ulang. Ungkap AU Tanjung sambil menunjukkan berita acara yang sudah di tanda tangani Fesly Abadi Paranoan Kabid pengadaan Lahan dari BP Batam, Wesly Silalahi Kasi Perubahan Pengukuran, Rezky Heidi Saputro Staf Pengadaan Lahan, Januar Firmansyah Staf Kasi Pengukuran..

Dengan tanyak jawab antara warga RW 07 - RW 06 dengan pihak PT.BMS, yang belum menemukan titik temu, maka M.Arman Camat Sekupang mengambil kesimpulan,
- Akan diadakan pertemuan selanjutnya dengan waktu yang disesuaikan.
- Mengundang / menghadirkan tokoh yang benar benar memahami permasalahan
- Setiap pihak untuk membawa dokumen terkait
- Mengundang / menghadirkan pihak BP Batam dalam pertemuan berikutnya, dan camat berjanji akan menyurati BP Batam (bagian pengadaan lahan) (RED/AMJOI)
 
Top