BATAM,SAMJONEWS.com Warga Kampung Belimbing Seipanas Kecamatan Bengkong jadi korban jual beli lahan oleh PT.Dharma Kemas Berganda (DKB), dimana sebagian warga yang sudah melunasi  pembayaran harga jual lahan/tanah sebesar 285.000/m2 kepada PT.DKB terancam tidak dapat memiliki sertipikat atas sebidang tanah dan bangunan milik nya.

Ibu Lenni salah seorang warga Kampung Belimbing menjelaskan kepada tim media ini Selasa (31/10/2017) bahwa sebagian besar warga Kampung Belimbing sudah melunasi biaya pembelian tanah berdasarkan harga yang sudah ditetapkan  PT.DKB sebesar Rp 285000/m2, hanya saja pihak perusahaan Cuma bersedia memberikan kwitansi pembelian lahan, kata ibu Lenni.

” Katanya pengurusan sertipikat tidak bisa perorangan, harus melalui perusahaan dengan menetapkan harga Rp.173.000/m2, bukti sertipikat yang dikeluarkan melalui kantor Badan Pertanahan Nasional kota Batam (BPN) sekitar 153 sertipikat, dan kalau tidak salah pengurusannya masih banyak yang berlanjut sampai saat ini ” ucap ibu Lenni.

Kami juga heran padahal melalui pemerintah pusat sudah membuat program pengurusan sertipikat gratis (Prona) kenapa di kota Batam khususnya lahan dan rumah milik warga di Kampung Belimbing dikecualikan oleh pemerintah, padahal pembelian sebidang tanah seharga Rp 385.000/m2 serta kwitansi pembayaran lunas sudah dipegang oleh warga,ada apa dibalik semua ini, tanya ibu Lenni lagi.

Sementara beberapa waktu yang lalu saat tim media ini mendatangi kantor PT.Dharma Kemas Berganda salah seorang pegawai nya mengatakan, bagi warga yang sudah melunasi pembayaran jual – beli tanah tetap tidak diperbolehkan untuk pengurusan sertipikat secara pribadi dan harus melalui perusahaan dengan ketentuan harga Rp.173.000/m2, ungkapnya.(ss/amjoi)


 
Top