Kamis 26/10/2017

BATAM,SAMJONEWS.com – Keluhan warga sekitar Perumahan Tembesi Raya Kelurahan Kibing Kecamatan Batu Aji sepertinya diabaikan Ramadon Lurah Kibing, terkait saat datang hujan disertai kilat – petir alat elektronik milik warga jadi rusak, dan warga sudah seringkali mendatangi kelurahan untuk menyampaikan keluhan warga terhadap Ramadon Lurah Kibing.

Pemberitaan sebelum nya, Ramadon Lurah Kibing menjelaskan kepada awak media ini saat di konfirmasi Jumat (13/10/2017), 
bahwa pihak kelurahan sudah menyampaikan keluhan masyarakat terhadap pengelola Tower,

“Saya sudah sampaikan keluhan masyarakat terhadap pengelola tower, dia (pengelola tower) mengatakan akan di sampaikan dulu ke Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG).

Pengelola tower itu Mira Cell, katanya BMKG mau langsung turun dulu agar Brandi nya dicek, kejadian barang elektronik itu rusak  tanggal berapa dan bulan berapa, apakah barang elektonik warga itu rusak disebabkan tower ini, nanti akan di cek Brandi yang dibawah itu, dan saya tidak tau apa istilah  itu karena bukan bidang saya, yang jelas saya sebagai lurah sudah sampaikan keluhan warga saya ke pihan manajemen. Ungkap lurah.

Sementara Arif Staf Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang yang membidangi tower yang sebelum nya bertugas sebagai bedahara penerimaan di komimfo Pemko Batam menjelaskan di ruang kerjanya saat di konfirmasi awak media ini Senin (23/10/2017) terkait keluhan warga dengan sering nya rusak elektronik yang di duga dikarenakan sambaran petir akibat keberadaan tower ditengah pemukiman warga,

Kelurahan Kibing tidak ada menyampaikan keluhan warga terhadap Dinas Cipta Karya, kalau Lurah mengatakan pengelola tower Mitra Sell itu tidak ada, yang ada Mitra Tell, dan seingat saya, Mitra Tell belum pernah ada datang melakukan pengurusan izin mendirikan tower di Kelurahan Kibing Tembesi Raya, baik itu ke Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang maupun ke Komimfo Pemko Batam dan juga BMKG tidak ada urusan dengan tower. 
 
“Siarat –siarat berdirinya tower ;

1 Dilengkapi penyangkal petir....
2 Hammer test (menguji kekuatan beton)
3 Sayo Test biasanya ditanam di tanah sekalian penyangkal petir

Biasanya kalau sudah ada aduan dari warga kami harus cek dulu, apalagi sekarang ini banyak berdiri tower baru tanpa izin, takut nya ini salah satu nya, misal nya pengelola pengelola tower ada di jalan Majapahit, izin nya ada satu, akhir – akhirnya menjadi ada tiga tower , bagi mereka itu hanya penambahan tiang, tetapi kalau dari Pemko itu seharus nya menambah objek retrebusi untuk Pemko Batam.

Izin pengelola itu di kota tidak ada lagi, sekarang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) itu di keluarkan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPM-PTSP) untuk melengkapi IMB itu; operator provider itu harus melengkapi persetujuan titik, persetujuan titik itu sejalan dengan kerangka ruang kota dari tata ruang kota disini. Tower itu digeser dari komimfo sebelum tata ruang, karena mengingat pungsi Kerangka Ruang Kota (KRK) harus ada persetujuan titik setatus lahan kepemilikan.

Jadi itu tetap dengan perda No 6 Tahun 2009 tentang menara telekomunikasi di Kota Batam ini dan perda Nomor 9 Tahun 2011 tentang atribusi, contoh nya, tinggi bangunan 9-12 meter, itu di ukur dari titik sehingga di dapatkan rebahnya itu  dan ini di dapatkan kebanyakan mau berpotensi tumbang, itu nanti diperoleh dengan status lahan, itu izin warga setelah tower provider operator telekomunikasi ini menyelesaikan siarat beberapa titik, menyelesaikan kerjasama dengan pemilik lahan, menyelesaikan izin warga, baru menyelesaikan IMB yang dikeluarkan DPM-PTSP  itulah izin telekomunikasi kalau dinas Cipta Karya hanya persiaratan izin. untuk keluhan masyarakat terkait pemberitaan samjonews.com akan segera kita croscek kelokasi tower. Ungakap Arif (ngl /amjoi)


 
Top