Senin 16/10/15

BATAM,SAMJONEWS.com – Pengerjaan proyek Drainase daerah Tembesi Raya Kelurahan Kibing Batu Aji di duga menggunakan dana siluman, pasal nya pekerjaan proyek sudah mencapai 50%, akan tetapi pejabat Dinas Bina Marga Kota Batam enggan menyebutkan nama PT kontraktor yang di tunjuk dan menyebutkan pagu proyek yang di kontrakkan terhadap kontraktor.

Dohar Hasibuan Kabid Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Senin (16/10) sepertinya ada yang disembuyikan terkait pekerjaan kontraktor dan pagu proyek tersebut,

 “Mau apain ini, saya mau rapat lagi sekarang, sepanjang kita tidak memiliki suatu kepentingan tertentu untuk pribadi, kita tidak takut, berita nya sudah saya baca, biar saya jelaskan, tidak ada proyek tanpa papan nama, papan namanya pada waktu itu dipasang dipojok sebelah kiri, kalau abang tidak percaya besok kita kelokasi proyek, tapi kadang kadang begini, papan proyek sudah di pasang ataukah itu hilang atau tertimbun kena beco saya tidak tau.Yang jelas papan nama proyek itu sudah saya suruh lagi di pasang. Kata Dohar berdalih dan notasi suara mulai menurun.

Dohar menambahkan, ada tidak kontraktor yang mau bekerja tanpa ada kontrak, kalau ada terus siapa yang bayar , kalau ada Proyek tidak memasang papan nama,  kontraknya tidak akan dibayarkan,dan saya yakinkan warga Perumahan Tembesi Raya tidak ada yang komplin.
.
Saat awak media ini menanyakan, apa nama PT yang ditunjuk untuk mengerjakan proyek itu, dan berapa pagu proyek tersebut,
“saya tidak hapal nama-nama kontraktor tersebut karena kontraktor banyak sekali, dan saya juga lupa berapa nilai proyek nya, karena yang pegang data itu pak Budi, besok pagi aja abang datang, nanti kalau saya jawab salah di tulis lagi di berita. Jelas Dohar kembali berdalih.

Saat awak media ini menayakan, apakah Dinas Bina Marga sebelum proyek ini dikerjakan ada pemberitahuan kepada Lurah setempat atau kepada Camat,

“Inilah dia harus tau masyarakat itu, alur nya harus disampaikan dulu, namanya proyek itu hasil dari musrembang, membahas yang di APBD kan, bagai mana masyarakat tidak tau sudah dilihat, yang jelas sudah pastilah tau mereka, apa bila dia (Lurah) mengatakan tidak tau, itu urusan dia kalau saya tidak bisa bikin statement, saya hanya mengatakan proyek saya ada disitu (kelurahan Kibing) dan kontrak nya ada, kalau kata lurah nya tidak tau itu urusan dia. Jelas Dohar meyakinkan diri.

Sementara dua orang petugas Bina Marga sedang meninjau pekerjaan kontraktor Jumat (13/10/2017) dan awak media ini mencoba konfirmasi mengapa papan proyek tersebut tidak dipasang, dan berapa pagu proyek  dan PT apa pelaksana proyek tersebut,

“ Saya kurang paham dimana di pasang papan proyek ini, sepertinya proyek ini sama dengan yang dikerjakan PT.Karya Karisma yang dibelakang (belakang perumahan) model  pekerjaan kita ini, seperti proyek ini di daerah sini (Tembesi Raya ) nanti ada lagi di daerah sini juga,  mungkin papan proyek nya di pasang di sana (belakang perumahan) tetapi saya juga belum bisa pastikan nih, nanti saya tanyakan, Kalau bapak menayakan berapa Pagu proyek nya saya tidak mengerti, karena ini bukan wilayah saya, langsung saja tanyakan kepada Kurnia. ungkap Aplus

Dilokasi yang sama, awak media ini meminta penjelasan Kurnia terkait berapa pagu proyek dan mengapa tidak memasang papan proyek tersebut,

“Saya sudah arahkan kepada kontraktor supaya di pasang papan proyek , mungkin lupa sehingga belum terpasang sampai sekarang, nanti akan saya sampaikan lagi kepada kontraktor nya supaya di pasang papan proyek nya, karena ini bukan proyek  siluman, ini PL (Penunjukan Langsung) anggara maksimal Rp 200.000.000 nanti pasti saya suruh di pasang , karena saya lupa anggaran pastinya, dan pekerjaan kita juga tidak mungkin mengurusin  memasang papan proyek.

Saat awak media ini mengabil photo Kurnia saat di konfirmasi, Kurnia sempat mencak mencak dan mengajak awak media ini berkawan yang sebelum nya tidak pernah berantam,
“Jangan photo-photo begitu, kita berkawanlah, kita ini tidak boleh keluarin statement kepada wartawan apa lagi untuk di publikasikan, yang berhak memberikan statement itu hanya kepala Dinas, Ungkap Kurnia

Sementara saat Romadon Lurah Kibing di konfirmasi hari itu juga di kantor kecamatan Batu Aji menjelaskan,
“Menurut sepengetahuan saya proyek itu tidak ada pemberitahuan pada saya, tapi nanti saya pastikan dulu dan croscek surat masuk, biasanya sebelum proyek dikerjakan terlebih dahulu  dipasang plang, misalnya di laksanakan pembangunan gedung serba guna yang dikerjakan PT  ini atau CV dan sebelum proyek di kerjakan papan proyek sudah di pasang terlebih dahulu.

Masih Lurah, biasanya kalau di musrembang itu disampaikan kegiatan-kegiatan di Tahun 2017 ini,  kegiatan saluran misal nya, pembangunan gedung serba guna dari dinas Bina Marga, atau dari dinas perhubungan atau pembangunan JPU, itu jelas semua dan kitapun tau, tapi kalau yang di luar kita tidak tau, jadi kalau Kurnia dari Dinas Bina Marga mengatakan ada menyurati kelurahan untuk pemberitahuan adanya pembangunan Drainase ini, kalau saya bilang tidak ada,

Saya ini hanya pejabat bawahan, semestinya ada pemberitahuan, kalau pemberitahuan nya melalui Camat, Camat harus meneruskan pemberitahuan itu kepada kelurahan,  karena yang mengetahui wilayah adalah Lurah, dan apa bila ada warga bertanya Lurah bisa menjawab.  (ngl/amjoi)
Reporter                 ; samjonews.com
Editor                     ; sdr


 
Top