BATAM.SAMJONEWS.com- Presiden Indonesia Joko Widodo dengan sapaan Jokowi dengan tegas memerangi Korupsi maupun Pungutan Liar (PUNGLI) disetiap pemerintahan daerah yang masuk diwilayah Indonesia.

Akan tetapi peraturan tersebut hanya isapan jempol, buktinya masih banyak modus yang dilakukan intansi terkait untuk melakukan korupsi maupun Pungli, salah satu contoh didunia pendidikan, pemerintah pusat mewajibkan anak Indonesia wajib belajar 9 Tahun gratis,  
Masyarakat Indonesia khususnya yang ada di kota Batam bertanya kepada pemerintah Pusat dan pemerintah Kota Batam, apa arti bahasa sekolah gratis 9 Tahun, seperti apakah jenis pungutan di Dinas pendidikan yang di kategori-kan di perbolehkan dan jenis praktek pungutan apa saja yang dilarangan ?

Salah satu menjadi contoh sistem pendidikan di kota Batam yang selama ini setiap pembagian Raport, para orang tua/wali murid diwajibkan untuk pengambilan raport anak-anaknya, dimana para orang tua murid selalu memberikan uang salam tempel, bingkisan dan lain sebagainya pada wali kelasnya, lalu apakah pemberian seperti ini di benarkan ?

Tidak luput juga pihak – pihak sekolah setiap minggunya saat berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar keagamaan, guru agama mewajibkan para murid  memberikan uang, bagi agama islam setiap hari jumat dipungut impak, yang Nasrani dipungut Persembahan, dengan modus apabila murid tidak membayar maka nilai agama rendah dan akan tinggal kelas, lalu kemana-kah akan di salurkan dana tersebut, apakah benar pungutan uang tersebut sudah sesuai dan tepat sasaran dan bagaimana untuk memastikannya, apakah tugas para anak didik di tuntut bukan hanya untuk belajar ?

Sama halnya yang terjadi di SMPN-53 Batu Aji, para wali murid bahkan murid sendiri mempertanyakan pungutan uang setiap minggunya yang dilakukan oleh pihak guru, tentu hal ini mereka mengharapkan adanya ketransparanan antara pihak sekolah dengan wali murid,agar jangan di salah gunakan 

 Efrina, SP.d  Kapsek SMPN- 53 diduga tidak bijaksana dan profesional saat dikonfirmasi tim media ini diruang kerjanya Kamis (27/10)

“beritanya sudah dibaca, disekolah ini tidak ada meminta secara paksa, tetapi keiklasan muridnya memberikan, “ saya belum ada menerima laporan dari orang tua murid terkaid adanya pungli yang dilakukan Rosmeri maupun yang lain terhadap anak didik, pelajaran agama itu sangat penting, belum ada anak didik yang tinggal kelas akibat nilai agamanya rendah, menurut Kepsek Rosmeri tidak ada melakukan pungutan secara paksa, Efrina terkesan menutup nutupi kelakuan Rosmeri, dan menyangkal adanya laporan dari orang tua murid dan komite sekolah.

Efrina menambahkan, bagaimana kalau bapak saya pertemukan dengan guru saya yang bersangkutan dengan masalah tersebut,

Setibanya Rosmeri diruangan Kepsek, Rosmeri dengan bringas tanpa adanya sopan santun dan etika dari sosok guru pendidik, dihadapan kepseknya memaki maki tim redaksi/Amjoi  saat mau diwawancarai,

“ saya sudah kenal orang ini, kamu dulu yang datang  waktu saya di SMPN-20 Tibankan, mau apa lagi kemari, saya mendata murid itu satu persatu biar saya mengetahui siapa saja murid itu yang ikut belajar agama, kalau ada murid yang mengatakan saya paksa minta uang, bawa muridya kemari, jangan asal ngoceh.


Rosmeri yang masih guru honor ini menambahkan dengan lantang tanpa ada etika dihadapan Kepseknya mengatakan, sekalipun  kamu lapor saya kepada Rudi walikota Batam, saya tidak takut, kamu mau tau saya pindah dari SMPN-20  ke SMPN-53 ini,  tanya Muslim Bidin apa alasanya, jelas rosmeri dengan lantang, lalu Efrina kepsek meminta rosmeri diam dan keluar dari ruangan kepsek tanpa menegur sikap gurunya yang arogan yang tak ada ubahnya seperti ibu ibu di pasar yang lagi berantam.

Beberapa orang murid SMPN-53 yang meminta identitasnya jangan dipublikasikan saat diwawancarai redaksi media ini saat pulang sekolah, menjelaskan dengan harapan, supaya Kepala sekolah dan dinas pendidikansecepatnya menggantikan guru agamanya yang selalu membuat resah dengan ancaman tinggal kelas apabila tidak dikasih uang.

“ apa bila kami belajar agama, kami diabsen satu persatu kedepan sambil meletakkan uang dimeja guru, walaupun guru agama kami terlambat atau tidak datang, kami juga tetap tulis nama dan berapa kewajiban uang agama perorang harus dicatat, kalau tidak guru kami Rosmeri marah marah.

Dan murid smp 53 membenarkan adanya orang tua murid teman meraka dirawat dirumah sakit, lalu murit dan guru mengumpulkan sumbangan jumlahnya sekitar Rp 730.000 dimasukkan ke amplop dengan tulisan dari SMPN-53, tetapi teman kami mengatakan sumbangan tersebut tidak ampai, dan masah persembahan dan uang pungli itu sekarang disekolah kami lagi Panas, jadi kami berharap dinas pendidikan Batam tolong secepatnya menggantikan rosmeri, karena kami sebagai murid merasakan bahwa dari sosok rosmeri tidak ada mencerminkan sebagai guru didik. Unkap beberapa  murid SMPN-53  berharap (red/Amjoi)

Reporter : Drm
Editor      : Sdr
Sumber   : SamjoNews.com





 
Top